Mengapa Orang-Orang Muslim Terhina Sekarang Ini?

Bismillahirrahmaanirrahim

Di bawah ini ialah petikan dari buku  Dasar-Dasar Islam  oleh Abu A’la Al Maududi, petikan ini saya ambil untuk menjawab persoalan yang ditimbulkan oleh seorang sahabat, semoga ianya mampu meleraikan permasalahan yang mungkin banyak bermain di benak umat Islam mengenainya.

Saudara-saudara!
Kita semua menamakan diri orang-orang Muslim, dan kita yakin Allah
melimpahkan rahmatNya kepada orang-orang Muslim.  Tetapi marilah kita buka mata
kita dan kita lihat apakah rahmat Allah dilimpahkan kepada kita atau tidak.  Apa pun
yang terjadi di akhirat, itu adalah urusan nanti, tetapi yang penting marilah kita lihat
kedudukan kita di dunia ini.  Kita kaum Muslimin di Hindustan ini berjumlah 90 juta
orang (sebelum India terbahagi menjadi India dan Pakistan) jumlah kita demikian besar
sehingga bila masing-masing kita melemparkan sebuah batu, maka longgokan batu itu
akan menjadi sebuah gunung.Tetapi di negeri yang begitu banyak orang-orang
Muslimnya ini, pemerintahan berada di tangan orang-orang kafir. Tengkuk kita berada
dalam cengkaman tangan mereka, dan mereka memutar kepala kita ke arah mana sahaja
yang mereka sukai.  Padahal seharusnya kepala kita tidak kita tundukkan di depan siapa
pun juga kecuali Allah, tetapi sekarang kita tunduk di hadapan manusia – manusia yang
sama seperti kita juga.  Kehormatan kita  yang semestinya tidak boleh dinodai oleh
sesiapa pun juga, sekarang berlumuran tanah. Tangan  kita yang selama ini selalu di atas
sekarang berada di bawah dan menadah di hadapan orang-orang kafir.  Kebodohan,
kemiskinan dan hutang telah merendahkan darjat kita di mana-mana.

Maududi ” Saudara-saudara!

Kita semua menamakan diri orang-orang Muslim, dan kita yakin Allah melimpahkan rahmatNya kepada orang-orang Muslim.  Tetapi marilah kita buka mata kita dan kita lihat apakah rahmat Allah dilimpahkan kepada kita atau tidak.  Apa pun yang terjadi di akhirat, itu adalah urusan nanti, tetapi yang penting marilah kita lihat kedudukan kita di dunia ini.  Kita kaum Muslimin di Hindustan ini berjumlah 90 juta orang (sebelum India terbahagi menjadi India dan Pakistan) jumlah kita demikian besar sehingga bila masing-masing kita melemparkan sebuah batu, maka longgokan batu itu akan menjadi sebuah gunung.Tetapi di negeri yang begitu banyak orang-orang Muslimnya ini, pemerintahan berada di tangan orang-orang kafir. Tengkuk kita berada dalam cengkaman tangan mereka, dan mereka memutar kepala kita ke arah mana sahaja yang mereka sukai.  Padahal seharusnya kepala kita tidak kita tundukkan di depan siapa pun juga kecuali Allah, tetapi sekarang kita tunduk di hadapan manusia – manusia yang sama seperti kita juga.  Kehormatan kita  yang semestinya tidak boleh dinodai oleh sesiapa pun juga, sekarang berlumuran tanah. Tangan  kita yang selama ini selalu di atas sekarang berada di bawah dan menadah di hadapan orang-orang kafir.  Kebodohan, kemiskinan dan hutang telah merendahkan darjat kita di mana-mana.

Apakah ini semua rahmat Allah? Apabila ini semua bukan rahmat melainkan kemurkaan, maka alangkah anehnya bahawa kita sebagai orang-orang Muslim mendapatkan kemurkaan Allah! Kita semua orang-orang Muslim, tetapi kita berkubang dalam lumpur kehinaan, kita semua orang-orang Muslim, tetapi  kita hidup sebagai budak-budak! Situasi seperti ini kelihatannya  betul-betul tidak mungkin, seperti tidak mungkinnya suatu benda dalam waktu yang sama berwarna hitam dan putih.  Bila seorang Muslim adalah seorang yang dicintai Allah, bagaimana mungkin hidup terhina di dunia ini? Apakah Allah,  (na’udzu billah min dzalik),  seorang dewa penindas hingga sementara kita menjalankan kewajipan-kewajipan  terhadapNya dan  mentaati perintah-perintahNya, Dia membiarkan orang-orang  yang menentangNya memerintah kita dan menghukum kita kerana kepatuhan kita kepadaNya? Apabila kita percaya bahawa Allah bukanlah penindas dan bila kita percaya bahawa balasan kepatuhan kepada Allah tidak mungkin berupa kehinaan, maka kita semua  harus mengakui bahawa ada sesuatu yang salah dalam pengakuan kita sebagai orang-orang Muslim.  Walaupun dalam kad penduduk kita tercatat sebagai orang-orang  Muslim, tetapi Allah tidak memberikan penilaian berdasarkan keaslian kad penduduk yang dikeluarkan oleh pemerintah.  Allah punya pejabat sendiri.  Kita harus mencari dalam daftarNya untuk melihat apakah nama kita termasuk dalam kelompok hamba-hambaNya yang patuh ataukah dalam kelompok yang tidak patuh?

Allah mengirimkan KitabNya kepada kita, hingga dengan membacanya kita dapat mengenalNya dan tahu cara-cara untuk menjadi hambaNya yang patuh.  Apakah kita pernah mencuba untuk mengetahui apa yang tertulis dalam Kitab itu? Allah mengutus RasulNya kepada kita untuk mengajar kita cara menjadi seorang Muslim.  Apakah kita pernah mencuba mengetahui apa yang diajarkan oleh utusanNya itu ? Allah menunjukkan kepada kita jalan untuk memperoleh kehormatan dan kemuliaan di dunia ini dan di akhirat nanti.  Apakah kita sudah menuruti jalan tersebut? Allah dengan jelas memberitahukan kepada kita perbuatan-perbuatan yang bagaimana yang dapat merendahkan kedudukan manusia di dunia ini dan di akhirat nanti.  Apakah perbuatan-perbuatan tersebut sudah kita hindari? Jawapan apa yang dapat kita berikan kepada pertanyaan-pertanyaan ini?  Bila kita mengetahui bahawa kita tidak mempunyai pengetahuan dari Kitab Allah dan dari kehidupan UtusanNya dan  tidak pula mengikuti jalan yang ditunjukkan olehNya, maka bagaimana kita boleh disebut orang-orang Muslim yang patut menerima rahmatNya? Pahala yang kita perolehi adalah sebanding dengan darjat kita sebagai Muslim, dan kita akan memperoleh balasan yang seperti itu pula diakhirat nanti.

Saya telah menyatakan sebelumnya bahawa secara mutlak tidak ada perbezaan antara seorang Muslim dengan seorang kafir, kecuali dalam masalah pengetahuan dan perbuatan.  Apabila pengetahuan dan perbuatan seseorang sama dengan pengetahuan seorang kafir, sedangkan dia menyebut dirinya seorang Muslim, maka ucapannya itu adalah dusta yang tidak tahu malu.  Seorang kafir tidak suka membaca al-Qur’an dan tidak tahu apa yang tertulis di dalamnya.  Apabila seseorang yang mengaku Muslim keadaannya juga demikian, bagaimana ia dapat disebut seorang Muslim? Seorang kafir tidak mengetahui apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw dan jalan lurus yang telah ditunjukkannya untuk menuju kepada Allah.   Apabila seorang yang mengaku dirinya Muslim sama bodohnya seperti ini, bagaimana ia boleh disebut seorang Muslim? Seorang kafir hanya mengikuti kemahuannya sendiri, bukan perintah Allah.  Apabila seorang yang mengaku Muslim sama seperti ini, keras-kepala, dan hanya mengikuti fikiran dan pendapatnya sendiri, mengacuhkan Allah, dan menghamba kepada kemahuannya sendiri, maka bagaimana ia mempunyai hak untuk menyebut dirinya seorang Muslim (hamba Allah yang patuh)? Seorang kafir tidak membezakan antara yang halal dan yang haram, dan mengambil apa sahaja yang menguntungkan dan menyenangkan baginya, tanpa mempedulikan apakah itu halal atau haram dalam pandangan Allah.  Apabila seorang yang menyebut dirinya Muslim tingkah-lakunya sama dengan seorang yang bukan Muslim, apa bezanya dia dengan seorang kafir? Ringkasannya, apabila pengetahuan seorang Muslim tentang Islam sama bodohnya dengan pengetahuan seorang kafir tentang Islam, dan ia (Muslim) melakukan perbuatan-perbuatan yang dilakukan seorang kafir, maka bagaimana ia dapat dianggap lebih  tinggi kedudukannya daripada seorang kafir? Atau bukankah hal ini sama dengan perbuatan seorang  kafir? Ini adalah masalah yang harus kita renungkan dalam keadaan yang tenang. “

Advertisements

2 thoughts on “Mengapa Orang-Orang Muslim Terhina Sekarang Ini?

  1. nak komen pasal Lu’lu’ Wal Marjaan, kalau ikut nahu arab yang betulnya ialah Al-Lu’lu’ Wal Marjaan atau Lu’lu’ Wa Marjaan.

    kalau makrifah mesti ataf makrifah, kalau nakirah begitu juga. tak boleh selang seli.

    sekian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s